AYO BELAJAR MEMBACA
Kemampuan membaca tentu harus dimiliki anak. Untuk
keperluan studi, membaca sangat dibutuhkan tidak hanya ketika anak masih duduk
di jenjang pendidikan dasar, tetapi akan berlanjut sampai jenjang pendidikan
selanjutnya. Bahkan, membaca dibutuhkan siapa pun sepanjang kehidupan.
Perbedaan anak dalam belajar membaca merupakan fakta yang
tidak mungkin dihindari. Ada anak yang bisa cepat, ada pula yang lambat.
Mungkin sebagian anak bisa cepat beralih ke bacaan yang lebih tinggi
tingkatannya, tetapi sebagian anak yang lain masih kesulitan.
Perbedaan ini juga terkait dengan pemahaman terhadap
bacaan dan aktivitas refleksi terhadap bacaan. Dalam hal ini, guru dituntut
untuk memahami perkembangan proses membaca setiap anak. Belajar membaca pada
tahap awal yang kurang memperhatikan perbedaan individu bisa menghambat kemampuan
membaca anak. Mungkin karena tuntutan studi, guru tidak memiliki kesabaran dan
ketelatenan sehingga terkesan “memaksa” anak membaca bacaan yang sebenarnya
masih berat bagi anak. Akibatnya, anak bisa saja bosan dan malas membaca.
Dampak dari hal tersebut bisa berjangka panjang. Di
perguruan tinggi, misalnya, kerapkali ditemukan adanya mahasiswa yang justru
tidak tertarik dengan buku-buku teori terkait disiplin keilmuannya. Mahasiswa
melihat buku yang berhalaman tebal saja seringkali sudah merasa malas. Dampak
tersebut juga dapat dilihat pada lingkup masyarakat akibat pola pikir yang
telah tertanam sejak lama bahwa membaca itu kurang menarik dan merepotkan.
Ada
baiknya sejak usia dini putra putri kita di perkenalkan huruf ataupun angka
Begitu juga huruf atau abjad yang kita kenalkan diusahakan ada daya tariknya . Seperti kita ketahui , masa kanak-kanak rasa keingintahuan dan daya ingatnya sangat dominan .
Anak-anak biasanya suka sekali dengan benda benda berwarna warni, dengan warna yang mencolok misalnya merah , kuning, hijau , ping dsb. Hal yang demikian ini merupakan daya tarik tersendiri bagi usia kanak-kanak.
Begitu juga huruf atau abjad yang kita kenalkan diusahakan ada daya tariknya . Seperti kita ketahui , masa kanak-kanak rasa keingintahuan dan daya ingatnya sangat dominan .
Anak-anak biasanya suka sekali dengan benda benda berwarna warni, dengan warna yang mencolok misalnya merah , kuning, hijau , ping dsb. Hal yang demikian ini merupakan daya tarik tersendiri bagi usia kanak-kanak.
Salah
satu media untuk menarik perhatian anak
untuk belajar membaca adalah dengan cara menggunakan video pembelajaran. Berikut
adalah contoh video pembelajaran untuk menstimulasi anak untuk belajar membaca
dari mulai usia pra sekolah.
Demikian
video pembelajaran untuk menarik anak dalam belajar membaca, semoga bermanfaat.
Terimakasih.